Pages

Jumat, 18 April 2014

Sepenggal Kisah..... (1)

Sore itu aku mengendarai Beat Orange ku dengan sepenuh kekuatanku yang tersisa,
Dihari itu, aku harus pulang ke Jember, ada sedikit urusan disana, ketika aku berpamitan ke Bintang, Pacarku (saat itu) Bintang meminta tolong mengantarkan berkas kelulusan miliknya yang ada padaku

Dan sedari pagi aku tak menelan apapun kecuali air putih, entah kenapa aku tak berselera dengan makanan,
dengan kondisi Badanku yang panas Tinggi, Pusing, Perut begolak karena asam lambungku meningkat, aku terus memacu kecepatan motorku ke Kost Bintang,

WAW !! gumamku, dingin Tuhan, aku tak memakai jaket sore itu, suasana mendung, angin berhembus pelan tapi membuatku kesakitan karna Badan Panasku.

Tak lama aku tiba di tempat kost Bintang, sebenarnya ini tempat kost khusus kaum adam, tapi karena badanku tidak mendukung, aku memilih langsung masuk ke area parkirnya yang lengang, syukurlah tak ada bu kost, tawaku dalam hati

Aku langsung masuk tanpa mengetuk pintu, tau kamar ini tak akan terkunci,
"Assalamu'alaikum" gumamku lemah
"Wa'alaikun sallam"
Bintang sedang tengkurap menatap kedua Laptop Miliknya, aku meletakkan Map miliknya ditempat tidur, dan duduk didekat ujung kakinya tak bersuara, menunduk, menautkan kedua tanganku mencoba meraih kehangatan darinya.

Aku menggigil, mengerang tertahan karena badanku bergetar,
"sayangku kenapa ?" tanya bintang pelan, duduk dihadapanku
aku seolah kehilangan tenaga untuk mengangkat mukaku menatapnya

Bintang meraih daguku, membuat kepalaku terangkat, mataku terpejam, pusing batinku, aku coba membuka mataku, terlihat mukanya berkerut, bingung, cemas, ada disana, dimatanya aku melihat kelembutan, aku tak mampu bersua, aku hanya menghambur kepelukannya, menenggelamkan mukaku didada Bintang, Aroma Bulgary memenuhi penciumanku, menenangkan.

Bintang hanya diam, merengkuhku semakin erat kedalam dekapannya.

Hening beberapa saat, dan dia buka suara, "Badanmu Panas" pelan, terdengar seperti pernyataan, bukan pertanyaan

aku tak menjawab, namun semakin mempererat pelukanku, biar, begini saja, aku tak apa, aku merasa baik dalam pelukanmu, batinku

"sayangku puasa ta ?" tanyanya, aku menggeleng lemah,
"sudah makan ta manis ?" tanya Bintang lagi, aku menggeleng,
"ayo makan, kenapa gak makan, gak perlu diet say, aku menyayangimu apa adanya" ujarnya panjang, nadanya tenang, tapi tersirat kecemasan didalamnya
aku terkekeh mendengarnya, "aku kangen" ujarku pelan
bintang tak bersuara, membelai puncak kepalaku, dan bertanya "gak dilepas aja jilbabmu, itu membuat udara menguar mengurangi panas badanmu" ujarnya pelan
"dingin" jawabku pelan dengan tubuh gemetar menggigil.

Dia tak bersuara, menganggkatku pelan, dan membaringkannya diranjangnya, dia berbalik membuka lemarinya dan mengeluarkan dompet besar P3K, dia mengambil obat, membantuku meminumnya
aku menggeleng, dia paham aku sangat membenci obat,
"aku mohon sayang" ujarnya lembut
aku tetap menggeleng, "kalau begitu minumlah ini" menyerahkan segelas sari kacang hijau kesukaanku, aku memandangnya berterimakasih, dan menerima gelas itu, meminum isinya, dia tersenyum, dan beranjak mengambil jaketnya, membantuku mengenakannya
dan meraihku dalam pelukannya,
pelukan yang amat sangat aku suka, penuh kasih sayang tulus didalamnya untuk menjaga, mengasihi, mencintai sepenuh hati.

dia membelai puncak kepalaku, terdengar alunan Adzan Maghrib berkumandang,
"manis, mau sholat ?" tanyanya lembut, aku diam tak menjawab, dia bertanya lagi "apa libur ?" tanya nya pelan, aku menjawab dengan gerakan mengeleng pelan, dia mencoba membantuku berdiri, tapi aku limbung, ruangan itu seoalah berputar, dia merebahkan tubuhku diranjangnya lagi, diselimutinya tubuhku, "aa..ku ha....rrus pu...laang" gumamku diantara gemeretak gigiku
"sudahlah sayang, tidurlah, pulihkan tenagamu, lagi pula ini Maghrib, aku tak mau berurusan dengan Wewe Gombel untuk menyelamatkanmu" terdengar ada sebersit tawa dalam kalimatnya, aku tersenyum sedikit memandang mata lembutnya, terpancar ketulusan disana, "tidurlah" ujarnya mencium puncak kepalaku, dan berseru "Ya Allah, tubuhmu seolah terbakar, sebentar" serunya setengah berlari keluar, Bintang kembali membawa handuk kecil basah, dan wajah, tangan serta kakinya basah, Wudhu, gumamku, melihatnya sekilas, dan memejamkan mata,

Bintang meletakkan handuk kecil basah dikeningku, mencoba tak bersentuhan denganku
seketika itu aku mengerang, merasakan dinginnya handuk itu, "tahan sayang" ujarnya

dia mengatur sajadahnya, dan melaksanakan sholat, aku memejamkan mataku mencoba mengusir sakitku
bintang selesai, duduk bersila di sajadahnya mengaji, Ya Allah, suaranya bagaikan obat penenang ditelingaku, aku membuka mata melihatnya, menenggelamkan semua sakitku terbawa alunan suaranya, aku mencoba duduk, dan dia terkesiap, mengahiri mengajinya dan membantuku duduk, merebahkanku didadanya, nyaman, itu yang aku rasakan
"kenapa sampe gini manis ?, kamu kenapa sayangku?, mau cerita ?" tanya dia bertubi tubi

aku menarik nafas pelan, "tadi pagi saat aku berangkat kerja, aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, mobil laknat itu melindas seekor kucing hitam kecil, kucing hitam manis itu muntah darah dan seketika kaku tak bergerak, aku takut, darahnya, kasian pussnya" ceritaku menjelaskan,
Bintang sangat paham aku, dia tau aku Phobia Darah,

"ssstthh, sudah gak papa, coba lupain itu," katanya menenangkanku
dibelainya kepalaku, "sudah sayangku gak papa," ucapnya lagi saat aku bergidik ngeri mengingat tragedi mengenaskan pagi itu
"aku antar pulang ya sayang" kata katanya tegas, jelas itu pernyataan bukan pertanyaan

"aku sendiri saja, aku sudah lebih baik," kataku
dia mencium keningku lama, "hati hati manis" ujarnya
membantuku bangkit, dan mengantarku kedepan

aku pulang, dengan ketenangan melebihi efek kokain

-----------------------------------------------------------------------------

ini bukan fiksi, ini bener bener nyata aku alami setahun lalu
:)
berhubung ada kesempatan membaginya aku rasa why not

Hope you all like my Story, Amin.

nb. cerita ini sengaja dibagikan karna mengandung unsur "Tantangan Tiga Frasa" nya bang Adi wkwkwk

ini nih kalo mau baca
http://keriba-keribo.blogspot.com/2014/04/tantangan-tiga-frasa.html?m=1

ini linkku di Notes FB ahaha
https://m.facebook.com/home.php#!/notes/oktavia-ayu/sepenggal-kisah-tantangan-3-frasa/766710486694814/?soft=side-area

0 komentar:

Posting Komentar